Kalah untuk menang !
Dalam Injil hari ini, diceritakan bahwa Yesus memperhatikan orang-orang yang mengikuti pesta pernikahan. Mereka berebut tempat-tempat yang terhormat. Yesus menggunakan kesempatan itu untuk menasihati murid-murid-Nya bahwa kesombongan tidak mempunyai tempat di dalam Kerajaan Surga. Karena itu, jangan menganggap diri penting dan lebih hebat dari orang-orang lain. ”Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan…..Tetapi apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah”(Luk 14:8-10)
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sering kali melebih-lebihkan kebaikan mereka. Mereka meyakinkan dirinya bahwa di dalam Kerajaan Surga mereka mempunyai tempat yang lebih istimewa dibandingkan dengan orang-orang lain. Hal itu disebabkan bukan Cuma karena mereka adalah anak-anak Abraham melainkan karena mereka menganggap diri telah banyak berbuat baik. Padahal, dalam kenyataannya mereka berbuat baik hanya untuk menarik perhatian orang-orang. Hati mereka jauh lebih jahat daripada orang-orang yang berdosa.
Yesus mengecam kesombongan seperti itu. Ia sebaliknya mengajarkan kerendahan hati. Kerendahan hati itu tidak Cuma diajarkan tetapi juga dipraktekkan-Nya. Kendati Raja, Ia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya bagi banyak orang. Hal itu menjadi sangat jelas dalam pernyataan Paulus,”……dalam Yesus Kristus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia”(Flp 2:6-7)
Apabila kita mendasarkan perbuatan kita pada kerendahan hati, kita tidak akan mengalami kesulitan dalam memahami orang-orang lain. Buah-buah dari perbuatan yang demikian adalah pertobatan, ketaatan,belas kasih, pelayanan, dan pengampunan. Sebetulnya, inti dari kekristenan ialah berbuat baik kepada orang-orang lain dalam semangat kerendahan hati. Marilah kita sekali lagi mencamkan baik-baik apa yang pernah dikatakan oleh Yesus, “Barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Luk 14:11).
Related posts:
- Renungan Minggu Biasa XIV Yesus meringankan beban hidup kita Setiap orang dalam kehidupan ini...
- Kepercayaan Kita sering memahami kata percaya sebagai suatu sikap yang yakin...
- Renungan Minggu Biasa XXII Berkaca dari hidup Yesus Penderitaan dan hal-hal yang tidak menyenangkan...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.







