Tidak cukup tidak berbuat dosa
Hari ini Yesus datang ke rumah ibadat Yahudi. Selain berdoa, di tempat itu Yesus juga menyampaikan pengajaran-Nya. Sebuah pengajaran bisa disampaikan lewat kata-kata namun juga bisa disampaikan lewat perbuatan. Itulah keindahan pengajaran Yesus: Ia mengajar dengan kata-kata dan tindakan. Apa yang diajarkan lewat kata-kata diungkapkan dalam perbuatan agar menjadi jelas bagi para pendengar-Nya.
Pengajaran yang disampaikan Yesus hari ini adalah pengajaran tentang kasih. Kasih yang sejati seharusnya membuat orang untuk tidak membiarkan dirinya mencukupkan diri untuk sekedar tidak berbuat dosa atau kesalahan. Kasih yang sejati mendorong orang untuk berbuat sesuatu kepada orang yang sungguh membutuhkan. Inti pengajaran Yesus ini disampaikan kepada orang-orang yang mendengarkan-Nya dengan perbuatan meringankan penderitaan orang yang mengalami kelumpuhan pada tangannya.
Pengajaran Yesus ini disampaikan pada hari sabat, hari dimana orang-orang Yahudi dilarang untuk melakukan kegiatan apapun selain berdoa dan merenungkan karya Allah dalam menciptakan dunia dan karya Allah dalam menyelamatkan umat manusia. Bagi para ahli Kitab Suci bangsa Yahudi, yaitu para ahli Taurat, apa yang dilakukan oleh Yesus itu jelas-jelas melanggar perintah hukum Taurat. Oleh karena itu mereka menjadi sangat marah kepada Yesus.
Kemarahan dan kebencian orang-orang Farisi tidak ditanggapi dengan mengobarkan semangat permusuhan. Yesus memahami bahwa kemarahan para ahli Taurat itu bersumber dari pemahaman mereka yang sangat sempit tentang hukum Taurat, khususnya tentang aturan hari Sabat. Oleh karena itu Yesus justru menjadikan hal itu sebagai sebuah titik untuk mengajarkan pemahaman yang benar tentang aturan hari Sabat sekaligus menegaskan pengajaran-Nya tentang kasih.
Pada hari Sabat orang Yahudi diminta untuk tidak berhenti dari rutinitas kesibukan sehari-hari agar memiliki waktu untuk merenungkan dan menyadari campur tangan Allah dalam kehidupan umat manusia. Kasih sejati yang dilakukan Yesus terhadap orang yang menderita lumpuh tangannya itu adalah bukti nyata bahwa kepedulian dan campur tangan Allah dalam kehidupan umat manusia masih terus berlangsung sampai saat ini. Bukti nyata dari hal itu adalah tindakan Allah dalam diri Yesus yang menyembuhkan orang yang lumpuh tangannya itu. Kepedulian dan kasih Allah-lah yang telah membebaskan orang itu dari penderitaannya. Dengan kata lain, tindakan kasih yang dilakukan oleh Yesus justru menghadirkan secara kasat mata apa yang sedang direnungkan oleh orang-orang Yahudi pada hari Sabat itu.
Bagi kita yang hari ini sedang membuka bulan Kitab Suci Nasional, suatu masa dimana kita diajak untuk lebih dekat dan akrab dengan Kitab Suci adalah: Kita diajak untuk menyadari bahwa pribadi yang penuh kasih tidak pernah merasa cukup dengan tidak berbuat dosa saja. Pribadi yang penuh kasih selalu berbuat sesuatu bagi orang yang menderita, sekecil apapun perbuatan itu. ( Rm. Yoyon CM )
Related posts:
- Kepercayaan Kita sering memahami kata percaya sebagai suatu sikap yang yakin...
- Renungan Minggu Biasa XV Dalam Injil hari ini kita mendengar perumpamaan Yesus tentang benih-benih...
- Renungan Minggu Biasa XV Dalam Injil hari ini kita mendengar perumpamaan Yesus tentang benih-benih...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.







