Kitab Suci Kebanggaanku
Saturday, September 3rd, 2011Sejak empat tahun lalu. Setiap bulan saya akan menyisihkan uang sakuku yang tak berapa besar itu untuk membeli buku. Tapi anehnya, saya lebih memilih untuk membeli buku-buku yang diterbitkan dan ditulis oleh orang kebanyakan dari pada buku-buku dengan judul dan warna rohani yang jelas. Buku-buku dengan kisah yang pendek tetapi dengan warta yang memberikan dorongan hidup yang kuat amatlah saya senangi. Kisah yang dialami oleh orang kebanyakan biasanya mengisahkan pergulatan mereka yang nyata dalam menghadapi tantangan hidup yang keras ini, serta menawarkan jalan yang telah mereka tempuh untuk mengatasi atau melewati situasi sulit tersebut. Beberapa minggu lalu ketika saya mengatur rak bukuku, baru aku menjadi sadar kalau saya telah membangun sebuah perpustakaan kecil dengan buku-buku yang menarik.
Dua minggu lalu setelah mengikuti kegiatan aksi panggilan di gereja katedral Taipei. Bersama dua umat paroki yang baru dibaptis tiga tahun yang lalu kami mengunjungi sebuah toko buku. Sebetulnya saya hanya mengikuti saja arah perjalanan mereka. Ternyata satu di antaranya merasa tertarik dengan buku autobiografi yang ditulis oleh Thomas Merton, ‘The Seven Storey Mountain’ yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin. Sebagai umat yang baru dibaptis setelah dewasa, mereka nampak amat bersungguh-sungguh mencari berbagai jalan untuk semakin dekat dengan Kristus sang Guru, dan lebih dari itu mereka ingin mengikuti secara sungguh apa yang dikehendaki Yesus. Kisah pergulatan Thomas Merton serta pengalamannya untuk menemukan Allah dalam setiap kegiatan hidup harian dirasa sungguh menarik dan mungkin bisa membantu mereka di jalan kehidupan iman mereka. (more…)







